Lakukan Kajian Optimalisasi Pengelolaan Pasar Tangga Arung, Disperindag Libatkan BRIDA dan Pihak Akademisi
Plt
Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fhatullah (pict : riz/pk)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Dinas
Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kukar bersinergi dengan pihak
terkait terhadap pengelolaan Pasar Tangga Arung. Hal ini harus dilakukan agar
optimalnya dalam pengelolaan Pasar tersebut.
Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid
Fhatullah memperjelas pihak terkait yang terlibat untuk melakukan kajian
pengelolaan Pasar itu ialah, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), dari akademisi
yakni Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan dari Universitas Kutai
Kartanegara (Unikarta).
"Melalui kajian itu, kami
menginginkan pengelolaan pasar Tangga Arung bisa berjalan dengan baik. Mulai
dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kebersihan hingga keamanan
maupun kenyamanan," jelas Sayid Fhatullah pada Poskotakaltimnews, Rabu (25/9/2024).
Rencananya, pasar Tangga Arung
dibentuk menjadi Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) atau Badan Layanan Umum
Daerah (BLUD). Sehingga biaya perawatan pasar bisa ditanggung oleh UPTD atau
BLUD itu sendiri melalui terobosan terobosannya. Melalui BLUD atau UPTD, dapat
meringankan beban penganggaran di daerah dalam pembangunan pasar itu sendiri.
"Saat ini pasar Tangga Arung
tengah direvitalisasi, untuk itu hal ini harus dipersiapkan," ujarnya.
Pasar Tangga Arung ini dibangun
semi modern, dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat maupun menumbuhkan
perekonomian bagi pedagang. Lokasi pasar Tangga Arung berada di Jalan
Maduningrat - Danau Semayang, ini merupakan lokasi yang strategis tepat di tengah
Kota atau Ibu Kota Kabupaten Kukar yaitu Kecamatan Tenggarong.
"Pasar ini dipastikan bersih
dan nyaman, namanya juga semi modern. Jadi tak ada aktivitas yang terkesan
kumuh di pasar itu," ucapnya.
Dengan pasar yang bersih dan
nyaman bagi pengunjung, pastinya pasar ini menjadi pusat perbelanjaan sekaligus
tempat refreshing atau berwisata mencari produk produk lokal yang dibutuhkan.
Penyediaan pasar yang aman dan nyaman telah menjadi tanggung jawab pemerintah
daerah.
Sementara dari data yang dihimpun
oleh Disperindag Kukar, ada sekitar 703 pedagang telah didata yang berjualan di
pasar Tangga Arung itu. Artinya stand yang harus dipersiapkan kurang lebih
menyesuaikan data yang ada.
"Pastinya kami mengakomodir pedagang lama, yang
telah didata. Kami meminta kepada pedagang untuk bersiap dalam pemenuhan
kebutuhan masyarakat, terlebih Kukar sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN),"
ungkapnya. (adv/riz)